Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Pemerintah sedang menyeimbangkan analogi "gas dan rem" seperti dalam mengendarai mobil untuk menjaga roda perekonomian agar segera pulih dari dampak Covid-19 memasuki kuartal 3 tahun 2020.


Pertama, sebutnya pemerintah menjaga bidang kesehatan seperti penemuan vaksin dan distribusi insentif tenaga kesehatan.


"Kuncinya mengendalikan gas dan rem menjadi penting. Diantara gas dan rem ini adalah faktor kesehatan, tenaga kesehatan dan vaksin. Vaksin sedang dipersiapkan untuk diproduksi oleh Biofarma baik tahun 2020 maupun 2021. Beberapa perusahaan dalam tanda petik sudah dalam clinical trial ke-2 dan ke-3, baik yang bekerjasama dengan  Sinovac, Senexin, Sinopharm, CEPI, yang terkait dengan Oxford dan yang lain," jelas Airlangga dalam konferensi pers Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Rilis PDB kuartal II tahun 2020 pada Rabu, (05/08) secara virtual di Jakarta.


Ia melanjutkan, terkait dengan "gas" yang harus didorong adalah terkait Jaring Pengaman Sosial (JPS), Jaring Pengaman Sektor Riil (JPRS) dan sumber-sumber pendanaan pemerintah  melalui sistem penjaminan.


Sedangkan yang menjadi sabuk pengamannya adalah (seat belt) adalah Jaring Pengaman Sektor Keuangan. 


Ia menekankan antara kesehatan dan perekonomian adalah dua sisi mata uang, keduanya berjalan beriringan.


"Program perekonomian agar bisa dilaksanakan agar mata pencaharian masyarakat didorong sambil program pelayanan kesehatan terus dijaga, apalagi kita akan menghadapi Pemilukada di bulan Desember," jelasnya. 


Ia mengatakan, Pemilukada akan menjadi faktor pengungkit konsumsi juga karena dana beredar untuk penyelenggaraan sekitar Rp24 triliun dan mungkin dana yang akan dikeluarkan para calon Bupati, Walikota dan Gubernur bisa minimal Rp10 triliun sendiri.


Sehingga pada saat Pemilukada akan ada sekitar Rp34 triliun dana beredar.


"Itu akan meningkatkan konsumsi terutama untuk alat-alat peraga bagi para calon, termasuk masker, hand sanitizer dan alat-alat kesehatan lain," tuturnya. 


Selain itu menurut Airlangga, pemerintah sudah mendorong Pemulihan Ekonomi baik dari program kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha.


"Saya sudah meminta DIPA di Kementerian/Lembaga (K/L) untuk dimaksimalkan di kuartal ke-3 karena dananya sudah disiapkan, tinggal dilaksanakan," pungkasnya.

industry